#karantinantb
Petugas Karantina NTB memperketat pemeriksaan fisik komoditas durian yang akan dikirim ke Bali guna memastikan seluruh muatan terbebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Langkah tersebut krusial, mengingat petani di sejumlah sentra produksi tengah menghadapi serangan masif hama kutu putih (mealybug), serangga dari famili Pseudococcidae.

Untuk menekan penyebaran dan menjaga standar kualitas pengiriman, para petani disarankan menerapkan pengendalian terpadu. Langkah tersebut meliputi pembersihan mekanis dengan air bertekanan tinggi hingga penggunaan pestisida nabati, seperti minyak mimba. Selain itu, pemangkasan dahan yang rimbun juga dianjurkan guna meningkatkan sirkulasi udara dan memungkinkan cahaya matahari dapat menjangkau seluruh bagian tanaman.

Tanpa penanganan efektif, hama yang sekilas seperti gumpalan kapas ini tidak hanya mengancam kualitas fisik buah, tetapi juga berisiko menyebabkan gagal panen massal jika menyebar ke wilayah tujuan.

Petugas Karantina NTB, Faishal Akbar, mengatakan bahwa serangan kutu putih bekerja dengan cara mengisap cairan sel tanaman sehingga pertumbuhan daun menjadi kerdil dan menguning akibat kekurangan nutrisi.

"Selain memicu gugurnya buah sebelum matang, hama ini juga mengeluarkan ekskresi manis yang mendorong munculnya jamur embun jelaga. Lapisan hitam tersebut membuat kulit durian tampak kusam dan kotor sehingga secara signifikan menurunkan nilai jual, baik di pasar domestik maupun antarpulau," ujarnya.

Kepala Karantina NTB, Ina Soelistyani, menyatakan bahwa melalui pengawasan ketat oleh petugas karantina dan penanganan yang tepat di tingkat petani, diharapkan durian yang didistribusikan tetap memiliki kualitas unggul, aman, dan terbebas dari ancaman hama karantina.

#laporkarantina #karantinaindonesia #berkarib #durian