Mataram – Sejak terbitnya Nota Dinas Barantin dengan nomor B-1072/KT.02.04/ E.3/12/2025 mengenai pelaksanaan pengajuan permohonan ekspor komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan melalui aplikasi Single Submission Quarantine Customs (SSmQC), Karantina NTB melakukan jemput bola dengan berkoordinasi dengan Bea Cukai Mataram guna mendukung percepatan pelayanan ekspor melalui aplikasi tersebut, Rabu (7/1).
Penerapan sistem dan aplikasi SSmQC ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akurasi pelayanan ekspor bagi masyarakat dan pengguna jasa. Selain itu, Masyarakat dan pengguna jasa tidak perlu melakukan registrasi berulang saat akan melakukan ekspor maupun impor dengan tersedianya layanan tersebut.
Kepala Karantina NTB, Ina Soelistyani, menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Bea Cukai meliputi review penerapan aplikasi SSmQC Ekspor terhadap komoditas wajib periksa karantina, sinkronisasi, dan rekonsiliasi data ekspor antara Karantina dan Bea Cukai, serta upaya bersama dalam akselerasi ekspor komoditas unggulan Nusa Tenggara Barat. Selain itu, kedua instansi juga sepakat untuk berkolaborasi dalam percepatan dan penyebarluasan informasi kepada pelaku usaha.
“Koordinasi ini merupakan langkah awal untuk menyamakan persepsi dalam meningkatkan kelancaran arus ekspor melalui penerapan SSmQC, sekaligus meminimalisir kendala yang mungkin terjadi di lapangan, sehingga aturan dapat diimplementasikan secara optimal,” ujarnya.
“Selain itu, koordinasi lintas instansi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mendukung implementasi regulasi terbaru yang menjadi pedoman operasional petugas karantina di pintu pemasukan dan pengeluaran. Mengingat hal tersebut, maka kerjasama antara karantina dan Bea Cukai sebagai mitra strategis di pintu-pintu pelayanan ekspor dan impor menjadi sangat penting,” Lanjut Ina.
Pihak Bea Cukai Mataram menyambut baik koordinasi ini dan siap mendukung percepatan penerapan SSmQC Ekspor, sejalan dengan tugas dan fungsi kepabeanan.
Melalui kegiatan koordinasi ini, diharapkan para pelaku usaha semakin siap menghadapi perubahan regulasi dan sistem pelayanan ekspor yang lebih terintegrasi, serta lebih aktif membangun komunikasi dengan instansi pemerintah demi terwujudnya pelayanan publik yang unggul.
#laporkarantina
#karantinaindonesia
#ssmqc
#layanankarantina
#ekspormudah
Penerapan sistem dan aplikasi SSmQC ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akurasi pelayanan ekspor bagi masyarakat dan pengguna jasa. Selain itu, Masyarakat dan pengguna jasa tidak perlu melakukan registrasi berulang saat akan melakukan ekspor maupun impor dengan tersedianya layanan tersebut.
Kepala Karantina NTB, Ina Soelistyani, menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Bea Cukai meliputi review penerapan aplikasi SSmQC Ekspor terhadap komoditas wajib periksa karantina, sinkronisasi, dan rekonsiliasi data ekspor antara Karantina dan Bea Cukai, serta upaya bersama dalam akselerasi ekspor komoditas unggulan Nusa Tenggara Barat. Selain itu, kedua instansi juga sepakat untuk berkolaborasi dalam percepatan dan penyebarluasan informasi kepada pelaku usaha.
“Koordinasi ini merupakan langkah awal untuk menyamakan persepsi dalam meningkatkan kelancaran arus ekspor melalui penerapan SSmQC, sekaligus meminimalisir kendala yang mungkin terjadi di lapangan, sehingga aturan dapat diimplementasikan secara optimal,” ujarnya.
“Selain itu, koordinasi lintas instansi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mendukung implementasi regulasi terbaru yang menjadi pedoman operasional petugas karantina di pintu pemasukan dan pengeluaran. Mengingat hal tersebut, maka kerjasama antara karantina dan Bea Cukai sebagai mitra strategis di pintu-pintu pelayanan ekspor dan impor menjadi sangat penting,” Lanjut Ina.
Pihak Bea Cukai Mataram menyambut baik koordinasi ini dan siap mendukung percepatan penerapan SSmQC Ekspor, sejalan dengan tugas dan fungsi kepabeanan.
Melalui kegiatan koordinasi ini, diharapkan para pelaku usaha semakin siap menghadapi perubahan regulasi dan sistem pelayanan ekspor yang lebih terintegrasi, serta lebih aktif membangun komunikasi dengan instansi pemerintah demi terwujudnya pelayanan publik yang unggul.
#laporkarantina
#karantinaindonesia
#ssmqc
#layanankarantina
#ekspormudah
Kembali ke Daftar Berita