#karantinantb
Mataram - Karantina Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bergerak masif dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit Nipah. Sebagai langkah nyata, Karantina NTB melalui Satuan Pelayanan Bandara Lombok melakukan sosialisasi intensif dalam rapat Airport Security Committee (ASC) di kawasan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok Tengah.
Kepala Karantina NTB, Ina Soelistyani, menyatakan bahwa pihaknya terus mengupayakan langkah-langkah progresif dalam pencegahan dan penanganan penyakit Nipah. Langkah tersebut meliputi koordinasi strategis dengan berbagai instansi terkait, serta penyebaran media informasi seperti brosur edukasi di area bandara.
“Hal ini dilakukan guna memastikan kesiapsiagaan seluruh personel di kawasan BIZAM dalam memitigasi risiko masuknya ancaman penyakit, demi menjaga keamanan hayati di wilayah Nusa Tenggara Barat. Terlebih lagi, bandara merupakan salah satu pintu utama masuk dan keluar dengan frekuensi pergerakan orang serta barang yang tinggi,” pungkas Ina.
Koordinasi Antar-Lembaga
Masih dalam rangkaian upaya yang sama, Kepala Karantina NTB menerima kunjungan koordinasi dari Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram, dr. Aulianto, di Kantor Karantina NTB, Lembar, Lombok Barat.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan guna mendukung upaya pencegahan dan penanganan penyakit Nipah di wilayah NTB. Ina menekankan bahwa sinergi antar-pemangku kepentingan adalah kunci utama, mengingat karakteristik NTB sebagai wilayah kepulauan.
“NTB memiliki banyak pintu masuk dan keluar, baik melalui jalur laut, darat, maupun udara. Oleh karena itu, sinergi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi hal utama untuk memastikan wilayah kita tetap terbebas dari Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK), serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK),” tutup Ina.
#laporkarantina #karantinaindonesia #berkarib #nipah #sinergi
Mataram - Karantina Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bergerak masif dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit Nipah. Sebagai langkah nyata, Karantina NTB melalui Satuan Pelayanan Bandara Lombok melakukan sosialisasi intensif dalam rapat Airport Security Committee (ASC) di kawasan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok Tengah.
Kepala Karantina NTB, Ina Soelistyani, menyatakan bahwa pihaknya terus mengupayakan langkah-langkah progresif dalam pencegahan dan penanganan penyakit Nipah. Langkah tersebut meliputi koordinasi strategis dengan berbagai instansi terkait, serta penyebaran media informasi seperti brosur edukasi di area bandara.
“Hal ini dilakukan guna memastikan kesiapsiagaan seluruh personel di kawasan BIZAM dalam memitigasi risiko masuknya ancaman penyakit, demi menjaga keamanan hayati di wilayah Nusa Tenggara Barat. Terlebih lagi, bandara merupakan salah satu pintu utama masuk dan keluar dengan frekuensi pergerakan orang serta barang yang tinggi,” pungkas Ina.
Koordinasi Antar-Lembaga
Masih dalam rangkaian upaya yang sama, Kepala Karantina NTB menerima kunjungan koordinasi dari Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram, dr. Aulianto, di Kantor Karantina NTB, Lembar, Lombok Barat.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan guna mendukung upaya pencegahan dan penanganan penyakit Nipah di wilayah NTB. Ina menekankan bahwa sinergi antar-pemangku kepentingan adalah kunci utama, mengingat karakteristik NTB sebagai wilayah kepulauan.
“NTB memiliki banyak pintu masuk dan keluar, baik melalui jalur laut, darat, maupun udara. Oleh karena itu, sinergi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi hal utama untuk memastikan wilayah kita tetap terbebas dari Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK), serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK),” tutup Ina.
#laporkarantina #karantinaindonesia #berkarib #nipah #sinergi
Kembali ke Daftar Berita