#karantinantb
Lombok Tengah - Menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026, Karantina NTB memperketat pengawasan lalu lintas komoditas pertanian dan perikanan di Bandara Internasional Lombok. Langkah ini diawali dengan partisipasi aktif dalam Apel Pembukaan Posko Angkutan Lebaran Idulfitri pada Jumat (13/3).

Sinergi ini bertujuan untuk menjamin kelancaran arus penumpang sekaligus memastikan NTB tetap terlindungi dari ancaman hama dan penyakit hewan, ikan, serta tumbuhan (HPHK, HPIK, dan OPTK) yang mungkin terbawa melalui barang bawaan pemudik.

Pelayanan Cepat dan Prima
Penanggung Jawab Satuan Pelayanan (Satpel) Bandara Lombok, Farhan Ramli, menegaskan bahwa momentum Idulfitri tidak akan menghambat kualitas layanan. Sebaliknya, Karantina NTB berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan mudah bagi para pengguna jasa.

"Kami hadir untuk mendukung keamanan dan kelancaran arus mudik. Pelayanan prima kami siapkan bagi masyarakat yang akan melalulintaskan komoditas pertanian maupun perikanan, agar prosedur karantina tidak menjadi kendala dalam perjalanan mereka," ungkap Farhan.

Waspadai Peningkatan Lalu Lintas Komoditas
Secara terpisah, Kepala Karantina NTB, Ina Soelistyani, menyoroti potensi kenaikan frekuensi pengiriman komoditas selama musim libur panjang. Menurutnya, koordinasi antarinstansi di bandara menjadi kunci utama keberhasilan pengawasan.

“Peningkatan lalu lintas barang sering terjadi saat mudik. Oleh karena itu, pengawasan ketat dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di bandara adalah harga mati untuk menjaga keamanan hayati dan ketahanan pangan di Nusa Tenggara Barat,” tegas Ina.

Dengan dibukanya Posko Angkutan Lebaran ini, diharapkan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan tenang sambil tetap mematuhi regulasi karantina demi menjaga kelestarian sumber daya alam di wilayah NTB.

#laporkarantina #karantinaindonesia #berkarib