Lombok Tengah - Menjaga kedaulatan hayati di tengah padatnya arus mudik 2026 menjadi komitmen utama Karantina NTB dalam sinergi pengamanan transportasi bersama Pemerintah Provinsi NTB dan instansi terkait. Kehadiran Karantina dalam pemantauan titik strategis pada Minggu (15/3) memastikan bahwa percepatan layanan perkarantinaan berjalan beriringan dengan pengawasan ketat terhadap potensi masuknya penyakit hewan dan tumbuhan di pintu-pintu masuk Pulau Lombok.
Kegiatan pemantauan yang dipusatkan di Pendopo Tengah Gubernur NTB ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda lengkap, mulai dari Gubernur NTB hingga otoritas transportasi. Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel dan infrastruktur di pos-pos pengamanan menjelang puncak arus mudik Lebaran.
Sinergi Operasional dan Standardisasi Data
Di hadapan jajaran pimpinan daerah, Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Bandara Lombok, Farhan Ramli, memaparkan bahwa momentum Idulfitri tahun ini menuntut kewaspadaan ganda dari seluruh petugas di lapangan. Ia meyakinkan pihak Forkopimda bahwa selain mendukung kelancaran arus penumpang, Karantina NTB tetap berkomitmen penuh dalam memperketat pemeriksaan dokumen maupun fisik komoditas pertanian dan perikanan guna menjamin keamanan hayati wilayah.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan prima yang cepat dan tepat. Dalam hal pendataan komoditas, petugas kami di lapangan juga memperhatikan akurasi administrasi, termasuk penyelarasan jenis satuan barang sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 14/MK/BC/2026. Hal ini penting agar pemberitahuan pabean, khususnya untuk komoditas yang berorientasi ekspor melalui bandara, memiliki standardisasi yang seragam dan valid,” tutur Farhan saat memberikan penjelasan dalam forum koordinasi tersebut.
Pernyataan Kepala Karantina NTB
Dihubungi secara terpisah, Kepala Karantina NTB, Ina Soelistyani, menyampaikan bahwa sinergi lintas sektoral bersama 30 instansi terkait adalah kunci keberhasilan pengawasan yang efektif. Ia menekankan bahwa meskipun frekuensi lalu lintas barang meningkat signifikan, standar pengamanan dan kepatuhan terhadap regulasi tidak boleh kendor.
“Sinergi ini memastikan tidak ada celah bagi masuknya media pembawa ilegal. Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran di satuan pelayanan untuk memperkuat koordinasi dengan jajaran Bea Cukai, Kepolisian, dan otoritas setempat guna menjamin setiap produk yang melintas telah memenuhi aspek kesehatan serta kepatuhan administratif yang berlaku,” tegas Ina.
Melalui pemantauan bersama ini, Pemerintah Provinsi NTB optimistis angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, sehat, dan lancar, sekaligus tetap menjaga kelestarian sumber daya alam hayati dari ancaman penyakit luar.