#karantinantb

Badas - Memasuki akhir puncak lalu lintas pengiriman hewan kurban tahun 2026, Karantina NTB menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa pada Rabu(20/05). Kegiatan bertajuk "Koordinasi dan Evaluasi Lalu Lintas Ternak ke Luar Daerah" ini dilaksanakan di Aula Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Badas, Sumbawa.

Pertemuan strategis ini bertujuan mengevaluasi prosedur, kendala, dan permasalahan distribusi ribuan hewan kurban yang dikirim dari Pulau Sumbawa. Puluhan ribu hewan kurban, seperti kambing, kerbau, dan sapi, melintas menuju berbagai wilayah di Indonesia menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Kepala Karantina NTB, Ina Soelistyani menyatakan bahwa koordinasi ini sangat penting untuk memastikan seluruh ternak yang keluar melalui jalur darat maupun laut memenuhi persyaratan administrasi dan kesehatan. Sinergi ini juga bertujuan memetakan hambatan logistik guna meningkatkan standar pengawasan dan kesejahteraan hewan pada masa puncak pengiriman berikutnya.

Ina Soelistyani menerangkan bahwa petugas memperketat pengawasan untuk melindungi peternak serta pedagang hewan, mencegah lalu lintas ternak ilegal, dan menghindari pelanggaran aturan. Dukungan karantina untuk memperlancar lalu lintas hewan kurban diwujudkan melalui penyediaan pemeriksaan laboratorium, khususnya pengujian Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Petugas juga mendorong pemanfaatan kandang pemilik atau fasilitas milik dinas terkait sebagai tempat lain atau tempat pemeriksaan alternatif. Langkah ini penting untuk mencegah kepadatan di instalasi karantina sehingga dapat mengurai antrean di pelabuhan.

Berita selengkapnya kunjungi https://karantinantb.org/ 

#PelindunganMaksimalPelayananOptimal #sinergi #koordinasi